kekerewe

Perjalanan mencari hidup dimulai ketika langit senja yang menebarkan warna merah merasuki renungan sore. Awan yang membentuk pola menggugah pikiran akan pencarian diri, bumi dan langit, yang berujung pada ke Akbaran ALLAH. Pencarian itu tidak pernah selesai.

Name:
Location: Indonesia

Monday, March 27, 2006

Jutek

Katanya karena hormon, perasaan jadi jelek banget selama hamil ini. Perasaan kesal, cape dan hampa jadi berlebih-lebihan. Semua buku kehamilan berusaha meyakinkan kalau itu akibat perubahan hormon tapi aku yakin dari dasar diriku semua itu sudah ada dan sekarang menjadi lebih besar. Mengapa harus kesal? Entahlah aku sedih sendiri melihat tanganku banyak menolak peminta-minta di stasiun yang biasanya menerima sedikit uluran tangan. Pelit dan tidak ada rasa kasihan, berpikir-pikir sendiri, aku bingung dengan sikapku.
Tapi rasa sayang pada jagad jadi berlebih-lebihan, barangkali ada sedikit perasaan khawatir kalau nanti adiknya hadir perhatianku pada jagad jadi berkurang, meskipun aku bertekad itu tidak akan terjadi.
Ada rasa khawatir kejadian hampir 5 tahun silam terulang kembali setelah hampir tiga bulan, ternyata ketika periksa kembali ke dokter, dokter memberi kabar mengecewakan bahwa sang harapan tidak berkembang dan harus di kuretase. Menunggu waktu kontrol lagi masih lama, tapi rasa penasaran tidak bisa hilang. Semoga semua lancar, dan mau tidak mau harus memaksakan diri untuk tidak Jutek selama hamil ini

Friday, March 24, 2006

Menjelang tiga bulan

Benar jag, perut bunda membesar karena di dalamnya ada adek nak. Insyaallah bulan oktober nanti adeknya lahir, abang senang nggak? Pria mungil bermata indah mengerjapkan matanya yang bersinar sembari berpikir. Aku senang, aku senang, nanti adeknya aku kasih nama sepontan. Hah, kok spontan sih? iya, aku senang namanya spontan.
Coba aku dengar suaranya bunda. Eeeek, nah tu adeknya eek kali. Ha....ha... ha, nanti keluar eeknya dimana bun? aku jijik ah... Abang mau bantuin bunda nanti kalau adeknya udah lahir? Bantuin apa? Ngasih susu, gendong adek, sama jagain kalau bunda lagi ke kantor. Aku kan sekolah. Iya, kalau abang udah pulang sekolah. Aku mau kasih susu adek, tapi aku juga mau gendong. Emangnya abang bisa gendong. Franklin bisa gendong adeknya, ya aku juga laaah. Abang sayang nggak sama adeknya? Ya iyalah ...

Setiap malam dia memeluk perutku dan mendengarkan suara-suara, lalu meminta sesuatu ... Bun, ceritain waktu aku diperut bunda, aku mau masuk lagi ke perut bunda ya ... Jangan bang, nanti sempit, adeknya mau dimana kalau abang masuk perut bunda lagi? Dulu waktu abang masih diperut bunda kalau perutnya kena sinar matahari abang pasti bergerak-gerak, juga kalau perutnya digelitik pasti abang tangannya nyodok ke sana sini. Matanya bergerak-gerak, hidungnya kembang kempis dan senyum jahilnya mengembang diwajah yang lucu itu. Kok adek aku diam aja bunda. Ya dia masih sebesar jari telunjuk ini, kita belum bisa liat dia gerak, nanti kalau sudah sebesar ini baru deh ....

Jagad masih menanti kehadiran adiknya ... Doa kan semua lancar aja ya nak ...