kekerewe

Perjalanan mencari hidup dimulai ketika langit senja yang menebarkan warna merah merasuki renungan sore. Awan yang membentuk pola menggugah pikiran akan pencarian diri, bumi dan langit, yang berujung pada ke Akbaran ALLAH. Pencarian itu tidak pernah selesai.

Name:
Location: Indonesia

Wednesday, November 07, 2007

Selangkah Mendekat

Benarlah apa yang dikatakan Sang penggenggam jiwaku Allah SWT :
"Bila manusia mendekat selangkah, maka Aku akan mendatanginya sehasta"
Derasnya ilmu mengenai EksistensiNya semakin nyata.
Meskipun hanya melalui buku-buku dan berguru kepada Aidh Al Qarni, aku merasa semakin miskin dan haus akan pengetahuan mengenai KeberadaanNya dan keberadaanku, makhluk ciptaanNya.

Jauh jiwa ini merasa miskin, umurku sudah 34 tahun dan aku baru sedikit mengerti agamaku.
Dalam pengertian yang sedikit itu, aku mulai melihat bagaimana orang-orang yang pernah aku pertanyakan keislaman dan keimanannya ternyata sudah mencapai pemahaman yang tidak sebanding dengan pemahamanku ketika itu. Aku pernah bertanya Mengapa Imam Samudra dan Amrozi harus melakukan pemboman untuk menunjukkan jalan perjuangannya? Sekarang aku mengerti dan memaklumi pemahaman yang aku temukan setelah aku memutuskan untuk berhijrah.
Aku pernah berpikir apakah tidak sulit dan tidak panas menggunakan kerudung panjang dan baju panjang-panjang itu? Betapa naif-nya aku, setelah hijab itu terangkat, aku memutuskan untuk berhijrah, aku merasa nikmat. Ternyata aku menemukan bahwa semakin panjang jilbab semakin mudah tubuh dan jiwa yang tersembunyi di dalamnya berinteraksi tanpa perlu khawatir mata dan pandangan orang lain. Sungguh Allah-lah yang Maha Memelihara sesuatu.
Aku pernah merasa lelah harus puasa dan melakukan shalat pada waktu-waktu tertentu. Sungguh merugi aku, setiap ibadah tambahan yang aku lakukan aku merasa semakin nikmat, senikmat makanan, aku merindukan waktu untuk melakukan ibadah itu. Pantaslah aku menemukan ada orang-orang yang tidak berhenti melakukannya, tanpa pernah merasa lelah. Ternyata mereka justru merasakan kenikmatan itu ... Subhanallah ...
Ibadah yang paling aku cintai adalah bersedekah. Ketika aku diajarkan untuk menabung dan tidak berfoya-foya, maka aku merasa kelelahan untuk menabung dan ketakutan untuk berfoya-foya. Setelah mengenal Sedekah, Zakat dan mengikhlaskan, tak ada lagi kekhawatiran dalam diri. Segalanya lapang dan mudah. Satu hal yang selalu aku katakan pada diriku, aku tidak berhak menahan harta apapun yang ada padaku, Allah-lah pemilik segala yang ada pada ku, segala yang ada pada Dunia yang luas ini. Sungguh malu aku bila ada sedikit saja perasaan bahwa segala yang ada padaku adalah milikku ... Astaghfirullahulazhiim
Baru sekali aku melakukan perjalanan Umroh, dan Haji adalah kerinduanku. Dengan segenap campur aduknya rasa ... kerdil dan tidak ada artinya aku bersimpuh didalam Nabawi dan Masjidil Haram. Aku hanya debu Ya Allah, pandanglah kami, sudilah pandang kami Ya Allah ...

Ini adalah curahan hati, tanpa berniat riya dan sombong. Sungguh Iman itu nikmat dan mengisi rongga kosong dalam dada kita. Sebelum kematian menjemput, sayang sekali bila tidak merasakan nikmatnya iman selama kita berada di dunia ... carilah, mintalah dengan sepenuh hati kepada Allah, dan Dia akan mendatangkannya. Amiiin

0 Comments:

Post a Comment

<< Home