Perjalanan kerewe
Entah apa artinya kerewe, yang pasti, ketika sedang musim Ospek di SMA, nama ini besar-besar tertulis di dadaku sebagai pemberian dari senior. Ospek tidak pernah menyenangkan, ada penindasan di dalamnya, tapi kenangan yang tersisa, adalah kenangan indah. Menjadi anggota dalam sebuah gank, bercerita, menjadi pusat perhatian, hukuman dalam ruangan guru, menggoda, menertawai, menjahili dan bepergian bersama. Terlalu banyak hal yang indah sehingga bila ingin mengulang sejarah, bagian itu dalam hidupku yang ingin ku ulangi.
Proses tumbuh yang menyenangkan, terutama karena narkoba tidak mendekati kami ketika itu, dan tidak ada rasa benci yang ditanamkan untuk kelompok lain. Persahabatan yang tulus dan saling menyayangi.
Ketika bertemu kembali hampir 15 tahun kemudian, aku mengagumi perkembangan teman-temanku hampir semua menjadi orang-orang yang seperti aku duga ketika kami bersama dulu. Meskipun ada yang perjalanan hidupnya sungguh diluar dugaan. Komunitas SMA Cendana, menjadi bagian dari komunitas ini sungguh membanggakan dan membahagiakan. Meskipun banyak orang menikmati masa-masa SMA-nya tapi aku merasa pengalamanku sungguh istimewa. Teman-temanku sungguh membanggakan, dan mereka tidak ingin saling melupakan. Kesibukan tentu saja ada, tapi siapa yang tega melupakan kenangan indah yang pernah ada? Meskipun tidak mungkin kembali, setidaknya kami ingin kembali memberikan kejutan-kejutan indah dalam hati ketika mengenang setiap detil sejarah dan mengenang persepsi sahabat-sahabat atas peristiwa yang dilalui itu.
Melamun sendiri ketika jam makan siang di Twin Palm Menara Jamsostek lantai 9, diterpa tiupan angin aku menyaksikan sekelompok orang tertawa-tawa dalam cerita mereka. Aku mengenang setiap kesenangan yang pernah kulalui dalam Komunitas SMA Cendana dan seperti sahabat-sahabat yang lain aku tidak akan rela melewatkan pertemuan dengan mereka begitu saja.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home