Pria yang Gelisah
Kegelisahannya telah mengganggu
Hampir separuh hidupnya barangkali
Sehingga tak ada yang mampu
Memberi tau bahwa itu hanya ada dalam diri
Tidur malamnya diganggu mimpi
Siang harinya diganggu sepi
Apa yang harus dicari
Dia sendiri tak pernah mengerti
Berjalan, berlari bahkan mengejar
Tidak mengerti mengapa begitu sukar
Malam dia kunjungi berhari-hari
Siang dia lewati berminggu-minggu
Amarah dia tumpahkan bertubi-tubi
Tawa dia tunggu-tunggu
Aku rangkul dalam pelukku
Dia menangis dalam syahdu
Maaf dia mintakan dariku
Bagiku hal itu tiada perlu
Dengan indah pula dia
Mampu mengutarakan cinta
Dengan kasih sayang pula
Dia merengkuh sang Jagad dengan cinta
Kuharap hilang gelisah dari hatinya
Semua itu hanya dari kesombongan lelaki
Tak bisa menerima
Bahwa kodrati memang tak bisa diganti
Alam adalah alam
Akupun harus mengerti
Bahwa setiap lelaki
Tetap punya kesombongan sendiri
Aku nikahi engkau karena cinta
Bukan karena harta
Kita memang tak punya apa-apa
Tapi mari saling menjaga
Hampir separuh hidupnya barangkali
Sehingga tak ada yang mampu
Memberi tau bahwa itu hanya ada dalam diri
Tidur malamnya diganggu mimpi
Siang harinya diganggu sepi
Apa yang harus dicari
Dia sendiri tak pernah mengerti
Berjalan, berlari bahkan mengejar
Tidak mengerti mengapa begitu sukar
Malam dia kunjungi berhari-hari
Siang dia lewati berminggu-minggu
Amarah dia tumpahkan bertubi-tubi
Tawa dia tunggu-tunggu
Aku rangkul dalam pelukku
Dia menangis dalam syahdu
Maaf dia mintakan dariku
Bagiku hal itu tiada perlu
Dengan indah pula dia
Mampu mengutarakan cinta
Dengan kasih sayang pula
Dia merengkuh sang Jagad dengan cinta
Kuharap hilang gelisah dari hatinya
Semua itu hanya dari kesombongan lelaki
Tak bisa menerima
Bahwa kodrati memang tak bisa diganti
Alam adalah alam
Akupun harus mengerti
Bahwa setiap lelaki
Tetap punya kesombongan sendiri
Aku nikahi engkau karena cinta
Bukan karena harta
Kita memang tak punya apa-apa
Tapi mari saling menjaga

0 Comments:
Post a Comment
<< Home