kekerewe

Perjalanan mencari hidup dimulai ketika langit senja yang menebarkan warna merah merasuki renungan sore. Awan yang membentuk pola menggugah pikiran akan pencarian diri, bumi dan langit, yang berujung pada ke Akbaran ALLAH. Pencarian itu tidak pernah selesai.

Name:
Location: Indonesia

Friday, May 19, 2006

Puzzle, 20

Indah, itulah yang aku rasakan ketika sahabatku bercerita bahwa salah satu dosennya pernah bercerita mengenai Puzzle. Dosen psikologi UI itu senantiasa bercerita dengan perasaannya sehingga sahabatku-pun menerima cerita itu dengan rasa.

Bercerita mengenai pasangan, hidup bersama pasangan itu seperti menyusun kepingan puzzle dalam hati kita, satu persatu kepingan puzzle itu diletakkan ditempatnya. Untuk menyusun puzzle tersebut dibutuhkan 50 kepingan, ternyata ketika kita menyusunnya kita menemukan hanya ada 49 kepingan yang bisa dipasang, sedangan satu keping lagi tidak dimiliki oleh pasangan kita. Kepingan terakhir itu tidak pernah ditemukan hingga tiba-tiba seseorang hadir dan dia memberikan kepingan terakhir itu. Kepingan terakhir itu jumlahnya hanya satu tapi seolah-olah orang ketiga yang hadir tersebut telah melengkapi dan memberi kesempurnaan atas seluruh puzzle yang harus dibentuk. Hanya karena satu kepingan tersebut, orang sering lupa bahwa dia telah memiliki 49 kepingan puzzle lainnya dari pasangan hidupnya.

Aku sedang menata puzzle di hatiku, aku pernah memiliki seseorang yang bisa memberikan satu kepingan puzzle yang tak bisa diberikan suamiku, dan ketika aku bertanya, mengapa aku bermimpi? temanku berkata, aku sedang mencari kepingan puzzle itu ...
Terimakasih atas ceritamu sahabat, aku tidak membutuhkan kepingan puzzle itu, aku akan terima bentuk puzzleku apa adanya. Dan bila naluri kebutuhan itu memanggilku aku akan menjawabnya sendiri. Dia bukan lagi pemilik kepingan puzzle itu, aku bisa menemukannya dari sahabat-sahabatku, hanya kebutuhan bercerita dan membangun theory, banyak yang bisa aku ajak berdiskusi, dan perlahan-lahan suamiku juga mulai mau mendengarkan celotehku meskipun waktunya begitu pendek untuk mendengarkan teori-teoriku.... :-)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home