Penghinaan itu
Pagi ini di stasiun kereta, berita yang aku baca membuat hatiku perih. Betapa rasa cinta yang ada telah merobek kerukunan yang sebelumnya ada. Siapa yang tidak meradang bila dihina. Dari kecil kami mengenal nabi sebagai manusia yang mulia, tidak ada wajah, tidak ada sosok, tapi kami percaya dan dia sungguh mulia. Meskipun tidak melihat sosok, tidak mengenal wajah, tapi dari ajarannya kami meyakini Islam. Orang berkata "Seeing is believing" tapi tanpa melihat sosoknya pun kami percaya, tanpa meragukan apa-apa kami menerima keyakinan yang diajarkannya. Islam bukan seperti apa yang digambarkan. Mengapa justru orang yang tidak kenal merasa lebih tau daripada kami. Jangan mencela bila tak tak tau apa-apa, karena bila engkau mengenalnya maka sungguh hatimu akan mencinta. Islam sungguh mengajarkan banyak cinta dan kasih sayang. Mengajarkan umat kerendahan hati. Tapi sekaligus mengajarkan umat untuk bisa membela diri. Tak ada satu orang pun boleh merasa lebih mulia dari yang lain karena kita semua hanyalah manusia. Tapi nabi orang yang memaafkan, aku memilih untuk memaafkan, aku meminta agar mereka diberi petunjuk dihatinya. Semoga upaya mereka mencari sosok nabi mengantarkan mereka pada penemuan akan keindahan Islam.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home