kekerewe

Perjalanan mencari hidup dimulai ketika langit senja yang menebarkan warna merah merasuki renungan sore. Awan yang membentuk pola menggugah pikiran akan pencarian diri, bumi dan langit, yang berujung pada ke Akbaran ALLAH. Pencarian itu tidak pernah selesai.

Name:
Location: Indonesia

Friday, June 22, 2007

HIJRAH


Bismillahirrahmanirrahiiim

Ya Rabbi sudilah pandang kami
Terangi jalan gelap ini
Jangan biarkan aku terus sendiri
Mencari, Mendaki dan berduri
Yaa Rabbi dengarlah doaku ya Rabbi
Hadirlah dalam kehidupan kematian kami
(Doaku - Haddad Alwi + padi)

Satu langkah kami mendekat pada MU
Seribu langkah Engkau hadir memperlihatkan Eksistensi
Sungguh Al-Qur'an itu pembawa kebahagiaan
Dan ketika aku membukanya, maka terbukalah segala pintu

Ya Allah ...
Hati yang bagaimana ini?
Aku belum pernah merasakan hati seperti ini ...
Sehingga aku sangat takut, suatu saat aku akan kehilangan rasa ini
Aku papa ... tapi aku merasa cukup
Aku hina ... tapi aku merasa tidak apa-apa
Aku lelah ... tapi aku merasa puas
Aku sendiri ... tapi aku merasa banyak

Ya Allah ...
Inikah rasanya cinta?
Aku tidak dapat melepaskan pikiranku dari Rasulullah dan dari MU zat yang Agung
Inikah rasanya bahagia?
Aku berurai air mata setiap mendengar nama Mu dan nama Rasul Mu disebut
Inikah rasanya nikmat?
Hatiku rasanya lembuuut dan kosong ...

Ya Allah ...
Berapakah sisa usiaku untuk menikmati rasa ini?
Berapakah sisa usiaku untuk mengabdi?
Berapakah sisa usiaku untuk mengumpulkan bekalku?
Aku takut ... kehilangan rasa cinta ini
Aku takut ... pengabdiaku tidak berarti bagimu
Aku takut ... bekalku ternyata tidak cukup
Untuk membuka pintu surgaMu dan melapangkan kuburku

Ya Allah ...
Izinkan hamba senantiasa dalam rasa ini ...
Hamba akan mengHamba dengan sesungguh-sungguhnya pada MU
Zat yang Maha Mulia

Terimalah Hijrah hamba Mu yang hina ini ...
Hamba tinggalkan dunia dan hiruk pikuknya ...
Hamba masuki kediaman Mu dengan terlebih dahulu menahan ucapan hamba
Hamba masuki kediaman Mu dengan memperbaiki ibadah hamba
Hamba masuki kediaman Mu dengan memperbaiki tingkah laku hamba

Terimalah hijrah manusia yang hina ini ya Allah
...

Jawaban dari Nya


Ternyata inilah jawabannya ...
Jawaban dari ribuan pertanyaan yang berkelebat beberapa tahun lalu
Mengapa ada orang-orang yang begitu Zuhut,
Hidup sederhana dan tawadhu ...
Hidup dengan senyuman meskipun makan hanya sekali sehari
Hidup dengan pancaran diri, meskipun kemana-mana berjalan kaki
Hidup dengan tawadhu dan kelapangan hati

Aku hinakan mereka dengan menyebut orang yang tidak punya motivasi
Aku hinakan mereka dengan menyebut orang yang miskin
Aku hinakan mereka dengan menyebut orang yang lemah

Sungguh Ya Allah ...
Hari ini dan beberapa waktu ini aku merenung ...
HambaMu yang hina ini sungguh-sungguh Hina
Terkutuklah aku yang telah mencela tanpa mampu menjaga
Sesungguhnya selama ini aku menduga bahwa aku telah cukup beriman ...
Dimana Riya yang besar itu telah mengurung jiwaku
Dalam banyaknya dosa yang telah mengalungi kepalaku
Ketika kesombongan membaluti hatiku ...
Aku malu ya Allah ...

Rasulullah hadir dalam impianku ...
Setiap mengingatnya kini hati ku menangis ...
Aku rindu ya Allah ...
Melebihi rinduku pada sang bunda dan anak-anakku ...
Hanya shalawat yang mampu kukirim ...

Ya Allah ...
Cintailah aku ... ya Allah ...
Malam-malam heningku hanya untuk Mu
Pengabdianku pada suami, anak-anak dan orangtuaku adalah untuk Mu
Jadikan aku hadiah yang terbaik bagimu
Bila para fii Sabilillah memiliki pedang
Aku tidak memiliki apa-apa untuk ku abdikan pada Mu

Kini barulah aku mengerti
Mengapa mereka melepas nyawa untuk perjuangan itu
Betapa dengan bangga mereka mengabdi dalam kemiskinan untuk meraih cinta Mu
Kini aku baru mengerti bahwa
Senyum dan pancaran sinar itu ternyata pancaran kebahagiaan
karena memiliki kekasih yang Maha pengasih

.....

Monday, June 18, 2007

Malam Pertama di Alam Kubur


Begitulah kematian ... tak pernah memilah; tua atau muda, kaya atau miskin. Tak pernah peduli terhadap raja atau budak, menteri atau penguasa sebuah negeri. Kematian melenyapkan kemegahan . Ia datang untuk mengeluarkan manusia dari rotasi kehidupan yang selama ini dijalani. Mengeluarkan seseorang dari istananya, untuk kemudian membenamkannya dalam sempitnya liang lahat. Semua itu dilakukan tanpa meminta ijin terlebih dahulu. (dr buku "malam pertama di alam kubur")

"Ya Allah ... bilakah tiba waktuku?
Terkadang aku rindu pada waktu itu, terkadang aku takut karena bekalku masih sedikit sekali.
Aku sedang berusaha menabung Ya Allah ... bimbinglah aku agar menambah tabungan itu setiap detik hingga tiba waktu itu ... Kasihanilah hamba Ya Rabbi ...

Suatu saat aku ingin mendengar IZRAIL berucap kepada roh ku
"Wahai jiwa yang suci, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah," maka roh ku akan keluar sebagaimana aliran air yang deras.

Sungguh dunia ini hanya tipu daya, "Ya Allah, hadirlah dalam kehidupan dan kematian kami ..." (haddad Alwi & Fadli Padi)