Surat Cinta
Hari ini 21 Nopember 2007
Ya Allah,
Hari ini aku mengirimi MU lagi surat cintaku
Aku ingin mengheningkan hati … agar dapat aku rasakan kehadiranMU
Mengisi setiap langkahku dengan menyebut AsmaMU
Merunduk sedalam-dalamnya memandang kedalam hatiku
Tempat dimana aku bisa menemukanMU
Bagaimanakah keadaan Rasulku hari ini?
Bahagiakah dia dengan salam yang aku panjatkan pagi ini?
Senyumnya adalah kerinduanku
Tatapan matanya adalah hasratku
Ya Allah .. Zat yang menggenggam jiwaku
Hingga pada titik apa aku harus menanggung rinduku ini
Sungguh aku memohon, izinkan aku merasakannya hingga akhir hayatku
Hidupkan aku di bumi ini dengan cara mulia dan Matikan aku dengan khusnul khotimah
Ya Allah, Zat yang membolak balik hati
Mengenang sepotong taman surga di Masjid Rasulullah
Mengenang thawaf disekitar ka’bah
Telah membawa keinginanku untuk hadir kembali ke pangkuanMU yang nyaman
Ya Allah, izinkan aku menempati salah satu pemakaman di Baqi
Dalam keadaan suci, diantarkan oleh anak-anak dan suami dengan keikhlasan
Dan melayanglah jiwa yang Engkau ringankan ke hadapanMU
Terimalah roh ini dengan baik ya Allah, Ridho-lah padaku Ya Rabbi …
Inilah surat cintaku ya Rabbi
Engkau tentu banyak menerima surat Cinta,
dan izinkan kami masuk ke dalam barisan Rasulullah,
Karena kami Cinta kepadaMU dan kepada Rasul MU
Hari Ini 20 Nopember 2007
Ya Rasul, kekasihku, kekasih Allah …
Akankah kelak aku mendapatkan kesempatan bertemu dan bersalaman dengan mu?
Mencium tanganmu adalah kerinduanku
Menatap teduhnya matamu yang telah hadir dalam mimpiku adalah hasratku
Akankah aku duduk bersamamu dalam Majelis mu yang mulia?
Perjalanan menuju Istana megah mu bertemankan percikan-percikan rindu yang tumpah setiap kali membaca kisah perjuanganmu
Perjalanan menuju majelismu bertemankan keharuan atas kisah para sahabat yang kelak mendampingimu duduk dalam majelis itu.
Ya Allah, Penggenggam Jiwaku …
Aku Yakin Engkau mendengarkan jeritan rinduku padaMu ya Allah
Kunjunganku ke Rumah mu yang mulia telah menjadi media yang membuat hatiku berkabut dan mataku menyambutnya dengan air mata.
Setiap kali undangan itu disebut : Labbaika Allahumma Labbaik … Labbaika laa syarikalaaka Labbaik …, jantungku bergidik … Aku MerindukanMU ya Allah …
Tidak sudi rasanya menjadikan Mekah sebagai berhala di dalam hatiku, karena sesungguhnya kepadaMU lah aku merindu.
Ingatan pada kesungguhan kami mencariMU berlari-lari antara safa dan Marwa, kelelahan dan kenikmatannya, telah mencabut seluruh kerinduanku serasa ingin kembali kesana saat ini juga.
Ya Allah,
Hari ini aku mengirimi MU lagi surat cintaku
Aku ingin mengheningkan hati … agar dapat aku rasakan kehadiranMU
Mengisi setiap langkahku dengan menyebut AsmaMU
Merunduk sedalam-dalamnya memandang kedalam hatiku
Tempat dimana aku bisa menemukanMU
Bagaimanakah keadaan Rasulku hari ini?
Bahagiakah dia dengan salam yang aku panjatkan pagi ini?
Senyumnya adalah kerinduanku
Tatapan matanya adalah hasratku
Ya Allah .. Zat yang menggenggam jiwaku
Hingga pada titik apa aku harus menanggung rinduku ini
Sungguh aku memohon, izinkan aku merasakannya hingga akhir hayatku
Hidupkan aku di bumi ini dengan cara mulia dan Matikan aku dengan khusnul khotimah
Ya Allah, Zat yang membolak balik hati
Mengenang sepotong taman surga di Masjid Rasulullah
Mengenang thawaf disekitar ka’bah
Telah membawa keinginanku untuk hadir kembali ke pangkuanMU yang nyaman
Ya Allah, izinkan aku menempati salah satu pemakaman di Baqi
Dalam keadaan suci, diantarkan oleh anak-anak dan suami dengan keikhlasan
Dan melayanglah jiwa yang Engkau ringankan ke hadapanMU
Terimalah roh ini dengan baik ya Allah, Ridho-lah padaku Ya Rabbi …
Inilah surat cintaku ya Rabbi
Engkau tentu banyak menerima surat Cinta,
dan izinkan kami masuk ke dalam barisan Rasulullah,
Karena kami Cinta kepadaMU dan kepada Rasul MU
Hari Ini 20 Nopember 2007
Ya Rasul, kekasihku, kekasih Allah …
Akankah kelak aku mendapatkan kesempatan bertemu dan bersalaman dengan mu?
Mencium tanganmu adalah kerinduanku
Menatap teduhnya matamu yang telah hadir dalam mimpiku adalah hasratku
Akankah aku duduk bersamamu dalam Majelis mu yang mulia?
Perjalanan menuju Istana megah mu bertemankan percikan-percikan rindu yang tumpah setiap kali membaca kisah perjuanganmu
Perjalanan menuju majelismu bertemankan keharuan atas kisah para sahabat yang kelak mendampingimu duduk dalam majelis itu.
Ya Allah, Penggenggam Jiwaku …
Aku Yakin Engkau mendengarkan jeritan rinduku padaMu ya Allah
Kunjunganku ke Rumah mu yang mulia telah menjadi media yang membuat hatiku berkabut dan mataku menyambutnya dengan air mata.
Setiap kali undangan itu disebut : Labbaika Allahumma Labbaik … Labbaika laa syarikalaaka Labbaik …, jantungku bergidik … Aku MerindukanMU ya Allah …
Tidak sudi rasanya menjadikan Mekah sebagai berhala di dalam hatiku, karena sesungguhnya kepadaMU lah aku merindu.
Ingatan pada kesungguhan kami mencariMU berlari-lari antara safa dan Marwa, kelelahan dan kenikmatannya, telah mencabut seluruh kerinduanku serasa ingin kembali kesana saat ini juga.
