kekerewe

Perjalanan mencari hidup dimulai ketika langit senja yang menebarkan warna merah merasuki renungan sore. Awan yang membentuk pola menggugah pikiran akan pencarian diri, bumi dan langit, yang berujung pada ke Akbaran ALLAH. Pencarian itu tidak pernah selesai.

Name:
Location: Indonesia

Thursday, February 16, 2006

Indah Namamu

Saat aku jauh
menjelang tidurku
Aroma nafasmu berputar
dan aku rindu

Bulat matamu
cemberutmu
dan kerlipan matamu
saat menangis ...

Keindahan yang dititipkan Allah
Membuat hatiku selalu rindu
Barangkali karena rindu itu
Hatiku menjadi padu

Namamu Cakrawala Jagad Semesta
Luaskanlah pikirannya seluas Cakrawala
Luaskanlah hatinya seluas Jagad
Luaskanlah rezekinya seluas Semesta
Doa itu senantiasa aku bisikkan pada ALLAH

Bahagialah hidupmu anakku
Sepenuhnya kami berserah diri pada ALLAH
Seberapapun batas usia kita bertemu
Sepanjang itu kami akan berupaya untukmu

Kekasih hati kami
Bila kelak ALLAH mempercayai adik untukmu
Kami berjanji tetap menjadi kekasihmu
Mari Nak, kita bersama membimbing adikmu

Engkaulah Teladan sayang
Jadilah yang paling mulia
Keindahanmu akan tetap terpelihara
Bila kasih sayang masih menyertai setiap sikapmu

Cakrawala Jagad Semesta
Doa malam Bunda
Kecupan malam papi
dan kemarahan kami diwaktu siang
adalah kasih sayang kami untukmu

Tetaplah menjadi bintang di hati kami

Tuesday, February 07, 2006

Penghinaan itu

Pagi ini di stasiun kereta, berita yang aku baca membuat hatiku perih. Betapa rasa cinta yang ada telah merobek kerukunan yang sebelumnya ada. Siapa yang tidak meradang bila dihina. Dari kecil kami mengenal nabi sebagai manusia yang mulia, tidak ada wajah, tidak ada sosok, tapi kami percaya dan dia sungguh mulia. Meskipun tidak melihat sosok, tidak mengenal wajah, tapi dari ajarannya kami meyakini Islam. Orang berkata "Seeing is believing" tapi tanpa melihat sosoknya pun kami percaya, tanpa meragukan apa-apa kami menerima keyakinan yang diajarkannya. Islam bukan seperti apa yang digambarkan. Mengapa justru orang yang tidak kenal merasa lebih tau daripada kami. Jangan mencela bila tak tak tau apa-apa, karena bila engkau mengenalnya maka sungguh hatimu akan mencinta. Islam sungguh mengajarkan banyak cinta dan kasih sayang. Mengajarkan umat kerendahan hati. Tapi sekaligus mengajarkan umat untuk bisa membela diri. Tak ada satu orang pun boleh merasa lebih mulia dari yang lain karena kita semua hanyalah manusia. Tapi nabi orang yang memaafkan, aku memilih untuk memaafkan, aku meminta agar mereka diberi petunjuk dihatinya. Semoga upaya mereka mencari sosok nabi mengantarkan mereka pada penemuan akan keindahan Islam.

Wednesday, February 01, 2006

Pria yang Gelisah

Kegelisahannya telah mengganggu
Hampir separuh hidupnya barangkali
Sehingga tak ada yang mampu
Memberi tau bahwa itu hanya ada dalam diri

Tidur malamnya diganggu mimpi
Siang harinya diganggu sepi
Apa yang harus dicari
Dia sendiri tak pernah mengerti

Berjalan, berlari bahkan mengejar
Tidak mengerti mengapa begitu sukar

Malam dia kunjungi berhari-hari
Siang dia lewati berminggu-minggu
Amarah dia tumpahkan bertubi-tubi
Tawa dia tunggu-tunggu

Aku rangkul dalam pelukku
Dia menangis dalam syahdu
Maaf dia mintakan dariku
Bagiku hal itu tiada perlu

Dengan indah pula dia
Mampu mengutarakan cinta
Dengan kasih sayang pula
Dia merengkuh sang Jagad dengan cinta

Kuharap hilang gelisah dari hatinya
Semua itu hanya dari kesombongan lelaki
Tak bisa menerima
Bahwa kodrati memang tak bisa diganti

Alam adalah alam
Akupun harus mengerti
Bahwa setiap lelaki
Tetap punya kesombongan sendiri

Aku nikahi engkau karena cinta
Bukan karena harta
Kita memang tak punya apa-apa
Tapi mari saling menjaga